Pin PABKI

Sejak dideklarasi pada Desember 2016 lalu, para pengurus sudah sepakat, seiringnya waktu akan dibuat berbagai atribut terkait organisasi. Salah satunya adalah pin. Pin ini adalah usulan Sekjen PAbki Ustadh Agus UINSa, beliau menghendaki adanya pin yang elegan sebagai symbol keprofesionalan melalui atribut ini. Maka, dengan mencari sumber berbagai pin di Jogja, akhirnya melalui ketua HMPS Khairun Nisa BR Sagala, Kaprodi BKI Kalijaga A. Said Hasan Basri mendesain pin persis dengan logo ABKI. Dengan dasar warna emas sebagai symbol istimewa. Dan gambar logo yang tertulis rapi. Pin ini kemudian dibagikan kepada seluruh peserta Seminar Nasional, Pelantikan dan Rapat Kerja Asossiasi Bimbingan dan Konseling Islam di Hotel University Yogyakarta. Berikut penampakan dari gambar pin ini.

Untuk selanjutnya Pin resmi ini akan didesain ulang dengan menyesuaikan logo PABKI yang baru seiring transformasi nama organisasi dari ABKI menjadi PABKI pasca legalitas dari KEmenterian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Semoga pin dengan logo yang baru akan semakin menambah semangat girah para pengurus di pusat maupun wilayah untuk membesarkan nama PABKI ini.

Kisah di Balik Logo PABKI

Pembuatan Desain logo ABKI diawali dari hasil Rapim (Rapat Pimpinan Terbatas Di Jogja (Guest Houst UIN Sunan Kalijaga), pada tanggal 26 Oktober 2016, Jam 16.30 WIB. Bahwa pada Rapim tersebut dihasilkan keputusan Desain Logo dan WEB ABKI serta Jurnal ABKI menjadi tanggung jawab Jogja yaitu Kaprodi BKI UIN Sunan Kalijaga Bapak A. Said Hasan Basri, S.Psi.,M.Si. Maka, dengan segera Said mengambil langkah strategis dengan memanggil ketua HMPS BKI Kalijaga periode 2015-2017 Mbak Hairunnisa Br Sagala, agar dilakukan sayembara terbatas kepada mahasiswa BKI untuk mendesain logo ABKI dengan keywords “Bimbingan Konseling Penyuluhan Islam atau religious, seluruh Indonesia/Nusantara/global/ada mushaf/mihrob sebagai lambang”. Selang tiga hari setelah diadakan sayembara tersebut. Tepatnya tanggal 30 Oktober 2016. Masukklah tiga desain yang paling layak untuk direkomendasikan di forum grup whatapps ABKI. Ketiga desain yang masuk sebagai peserta sayembara tersebut, pertama dari Mas Nur Yunianto (mahasiswa BKI angkatan 2015). Desain yang kedua datang dari Mas Agung (Mahasiswa BKI angkatan 2015). Serta desain yang ketiga datang dari Mas Isna (Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Angkatan 2013 ). Berikut penampakan dari tiga desan logo awal dari peserta sayembara.

Dari ketiga desain tersebut kemudian dipilih untuk masuk pada tahapan selanjutnya. Pemilihan ini berlangsung seru, karena menyangkun selera, pemikiran, dan hal lain yang bisa mempengaruhi terhadap pilihan tampilan logo. Karena jika sudah diplih maka akan lebih mudah untuk menentukan perbaikan dan penyesuaian selanjutnya.

Pada proses awal masuknya desain ini, masih melalui koodinator sayembara, yakni mbak Hairunnisa Br Sagala. Dan Kaprodi BKI UIN Sunan Kalijaja A. Said Hasan Basri, selaku PResiden kedua di PABKI mengkomunikasikannya di grup (masih nama ABKI). Karena komunikasi dengan kreator ini agak terhambat karena kesibukan mereka masing-masing. Akhirnya setelah dimodifikasi berdasarkan masukan awal dari forum ABKI, maka yang kemudian maju ke final untuk dilakukan pemilihan adalah desain yang sudah dimodifikasi dari Mas Agung dan Mas Isna. Voting dilakukan pada hari Senin tanggal 5 Oktober 2016 yang dipimpin langsung oleh Bapak Aep Kusnawan selaku Presiden Tertinggi ABKI. Voting ini berlangsung dari pagi hingga jam 17.00. dan pemenangnya adalah desain dari mas Agung. Berikut penampakan akhir logo yang telah disepakati setelah mengalami beberpa perubahan hasil rapat di grup WA.

Wujud logo ABKI terakhir tentu saja berubah seiring dengan berubahnya nama ABKI menjadi PABKI. Perubahan ini dibahas dan disepakati pada tanggal 11 Agustus 2017 di Hotel University Yogyakarta. Pada acara tersebut. Disepakati bahwa: Bentuk logo dasar tetap tidak berubah, yang berubah hanya tulisan yang melingkari logo tersebut. Menjadi Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam. Artinya huruf A pada ABKI yang sebelumnya bermakna Asosiasi menjadi bermakna Ahli. Ini adalah usulan dari p. Thohir Surabaya. Dan disepakati oleh semua forum. Berikut ini penampakan dari logo terbaru PABKI:

Logo PABKI

Makna yang tersirat dari unsur-unsur pembentuk logo PABKI (Awalnya logo ABKI) ini dapat dikategorikan ke dalam tiga bagian yaitu:

1. Bentuk

Bentuk dasar desain logo PABKI tergolong lingkaran, lingkaran terluar adalah tulisan kepanjangan PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) melingkupi penuh seluruh logo PABKI itu sendiri. hal ini perlambang dari pertahanan yang bersifat melindungi dan menjaga segala sesuatu yang ada di dalamnya, baik komunitas maupun elemen lain yang berafiliasi dengan komunitas PABKI itu sendiri. Adanya ikatan yang kuat sehingga satu sama lain terintegrasi dan menyatu dalam keharmonisan. Lingkaran berikutnya adalah lingkaran pada masing-masing ujung kata “ABKI” (Kepanjangan dari Ahli Bimbingan dan Konseling Islam), dimana ada penebalan garis (berwarna Hijau) yang mengandung makna kesetabilan dan daya tahan, sekaligus mampu mengarahkan komunitasnya, serta dapat menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dengan penuh cinta dan persahabatan.[1]

 

2. Warna

Warna merupakan unsur yang bisa menciptakan mood atau suasana. yang berfungsi mengkomunikasikan secara non verbal pesan dan makna secara instan, sehingga menghasilkan pengaruh seketika. Oleh sebab itu dalam logo “ABKI” unsur warna juga menjadi perhatian khusus. ada tiga unsur warna yang membentuk logo PABKI, yakni Hijau, Emas dan Hitam. Ketiga warna tersebut pada abad ke-15 silam, oleh Leonardo Da Vinci diajukan sebagai bagian dari konsep warna psikologis, selain merah, biru, dan putih. Karena warna-warna tersebut syarat dengan makna yang mampu memberikan kesan dan pesan mendalam[2].

  • Hijau

Warna hijau merupakan warna yang berkesan sejuk dan teduh. Sehingga mampu menstimulasi situasi dan kondisi yang rileks, menenangkan. Warna hijau ini disematkan pada seluruh huruf ”ABKI” (Kepanjangan dari Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) yang menyiratkan hijau alamiah penuh kesegaran, yang senantiasa tumbuh dan berkembang dalam harmoni dan suka cita .

  • Emas

Warna emas merupakan warna elegan yang berarti kemakmuran dan stabilitas. Warna ini mampu menghadirkan kehangatan dan daya tarik karena sifat emas itu sendiri sebagai logam mulia yang disukai banyak orang. Apalagi, warna ini juga mencerminkan sifat kreatif, fokus, cerdas, aktif dan dinamis serta bersemangat. Maka warna Emas ini disematkan ke gambar peta kepualauan Indonesia, agar bangsa Indonesia ini dapat diupayakan PABKI secara kreatif, fokus, cerdas, inovatif, dan aktif bersemangat serta dinamis demi stabilitas, kemakmuran dan masa depan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

  • Hitam

Warna Hitam merupakan warna dasar yang netral memberikan kesan yang solid dan syarat akan ketegasan dan kekuatan. warna ini menghiasi bagian tulisan dari Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam, garis tepi peta dunia serta ornamen di bagian mushaf. Hal ini dimaksudkan bahwa ikatan asosiasi PABKI selalu menjunjung tinggi pengembangan ilmu pengetahuan yang senantiasa tertulis dan terbaca sepanjang masa. Dan selalu menjalin hubungan yang kuat dan solid serta tegas, baik internal maupun eksternal dalam rangka mewujudkan visi dan misinya yang mulia.

3. Lambang

Jika dilihat dari segi lambang, maka logo PABKI memiliki tuga unsur lambang, yakni peta, mushaf dan tulisan.

  • Mushaf

Mushaf yang terletak di atas huruf “I” pada tulisan “ABKI”. Dimaksudkan bahwa Al-Quran dan Al-Hadits merupakan pedoman utama dan panduan dalam menentukan arah masa depan PABKI dalam menjalankan peran dan fungsinya bagi kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat.

  • Peta

Peta dunia merupakan pengejawantahan dari pandangan PABKI yang berwawasan universal, serta sebangun dengan misi Islam yang Rahmatan Lilalamin. Adapun ilustrasi peta dunia yang berwarna transparan (tampak garis tepina saja), dengan menonjolkan kepulauan NKRI (dengan warna Emas) menunjukkan bahwa betapa luasnya cakupan area dan perhatian PABKI, yang menjangkau segenap lapisan masyarakat di bumi dalam upaya berpartisipasi mewujudkan kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan manusia di seluruh dunia. Di sisi lain, peta dunia juga mengandung makna wawasan universal yang

Peta Indonesia dengan ilustrasi warna emas. Merupakan manifestasi dari identitas PABKI sebagai ikatan nasional yang lahir dari gabungan BPI (Bimbigan dan Penyuluhan Islam) dan BKI (Bimbingan dan Konseling Islam) seluruh nusantara, yang kaya akan keragaman nilai moral, budaya, sosial dan keagamaan yang bersatu padu Bhineka Tunggal Ika. Peta warna Emas juga menunjukkan bahwa PABKI berperanserta aktif dalam upaya mewujudkan bangsa Indonesia yang makmur, sejatera dan berkeadaban laksana emas yang tak lekang oleh masa. setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia mulai dari Sabang sampai Merauke.

  • Tulisan

Tulisan yang ada pada logo PABKI ada dua jenis yakni tulisan “ABKI” dan Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam. Keduanya menggunakan jenis font yang berbeda, dengan ukuran huruf yang berbeda pula. “ABKI” menggunakan huruf atau jenis Mukadimah font yang terkesan artistik karena bercorak kaligrafi sehingga mempertegas identitas dasar pedoman Islam yang menjadi pegangan hidup. Ukuran huruf yang dipakai untuk kata ABKI juga ukuran kecil bukan capital letter. Menunjukkan bahwa sikap dan attitude yang humble, sederhana tetapi elegan, dan futuristik serta fleksibel dalam beradaptasi di berbagai situasi dan kondisi.

Sedangkan untuk tulisan Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam menggunakan Arial Rounded font dengan goresan garis yang rapi dan jelas mengilustrasikan keteraturan dan kejelasan arah sesuia visi misi yang diembannya.

 

By. A.Said Hasan Basri

[1] diserap dan dikembangkan dari makna desain logo, garis, bentuk dan warna di

[2] diserap dari bukunya Sulasmi Darmaprawira2002,Warna. Terbitan ITB, Bandung. Juga diserap dari bukunya The Liang Gie 2000, Manajemen Administrasi Kantor Modern. Edisi , Terbitan Berti Yogyakarta.